Mar 13, 2020

Pemasaran alamiah di masyarakat kita

Mereka yang mampu bertahan dan menang dalam persaingan adalah mereka yang mampu membaca peluang pasar serta mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Pengusaha harus mampu memenuhi kebutuhan konsumen, tidak bisa dipungkiri bahwa konsumen merupakan sumber profit mereka. Memilih pemasaran yang baik dalam menjalankan suatu usaha merupakan cara yang tepat agar tetap eksis dalam persaingan dan produknya bisa dikenal dan diminati konsumen.
Pemasaran yang sering terjadi disekitar masyarakat secara alamiah sering terjadi dan biasanya disebut sebagai WOM. Pemasaran WOM ini termasuk sederhana, tidak membutuhkan biaya besar namun tingkat efektifitasnya sangat besar, khususnya pada produk yang bersifat makanan khas oleh-oleh dari suatu daerah, misalnya pusat oleh-oleh khas dari Kota Banyuwangi.
Karakteristik masyarakat Indonesia yang suka berkumpul dan bersosialisasi untuk bercerita akan hal-hal yang mereka sukai dan alami sangat relevan dengan jenis produk ini yang pada umumnya dibeli oleh konsumen untuk kepentingan sebagai buah tangan bagi mereka yang akan melakukan kunjungan atau bersosialisasi dengan rekan maupun keluarga yang berada di luar Kota Banyuwangi.
Paparan  diatas memungkinkan pemasar untuk terus memperbaiki kinerja pemasaran dengan memanfaatkan kondisi sosial yang ada di masyarakat di Indonesia. Selamat Berjuang ...

Oct 7, 2019

Peran Agribisnis dalam Perekonomian


Kegiatan pertanian merupakan mata pencaharian terbesar penduduk didunia termasuk di Indonesia. Selama periode sepuluh tahun terakhir kontribusi pertanian terhadap pendapatan nasional atau PDB Indonesia mengalami penurunan dari sekitar 50% pada tahun 60-an menjadi 20,2% pada tahun 1997. Dan pada tahun 2012 Pertanian menyumbang 11,42 % dari PDB (Produk Domestik Bruto). Salah satu penyebab menurunnya kontribusi pertanian pada PDB adalah menurunnya jumlah lahan pertanian di Indonesia. Penurunan ini terjadi karena perubahan fungsi lahan pertanian.
Kegiatan pertanian menyediakan lapangan pekerjaan sebesar 38.880.000 orang di tahun 2012 atau sekitar 33 % dari angkatan kerja nasional. Kegiatan pertanian ini sangat besar pengaruhnya dalam mengurangi angka pengangguran di Indonesia sehingga kegiatan pertanian ini tidak dapat diabaikan. Mengingat negara Indonesia merupakan negara yang subur, kaya akan sumber daya alam, sehingga berpotensi tinggi dalam mengembangkan usaha pertanian. Dengan memanfaatkan sektor pertanian dinegara kita maka akan meningkatkan pula sektor sektor-sektor lainya dalam memajukan bangsa.
Sebagai upaya untuk meningkatkan kontribusi sektor pertanian dalam PDB, pemerintah harus mampu menciptakan integrasi kebijakan industrialisasi nasional yang berbasis pada pertanian. Kebijakan yang lebih memilih berpihak pada sektor industri dengan mengabaikan integrasi antara industri dan pertanian harus diubah. Menurut Lypton dalam Momose (2001), adalah bias perkotaan yang dicirikan: 1) memprioritaskan industri daripada pertanian, 2) pengalokasian sumberdaya yang lebih besar ke masyarakat kota daripada masyarakat desa, 3) memprioritaskan industri daripada pertanian.
Sebagai Negara agraris seharusnya sektor pertanian diprioritaskan lebih dulu, jika industrialisasi akan dilakukan. Keberhasilan sektor industri tergantung dari suatu pembangunan pertanian yang dapat menjadi landasan pertumbuhan ekonomi. Menurut rahardjo (1990) ada dua alasan mengapa sektor pertanian harus dibangun terlebih dahulu:

  1. Barang-barang hasil industri memerlukan dukungan daya beli masyarakat petani yang merupakan mayoritas penduduk Indonesia, maka pendapatan mereka perlu ditingkatkan melalui pembangunan pertanian.
  2. Industri juga membutuhkan bahan mentah yang berasal dari sektor pertanian dan karena itu produksi hasil pertanian menjadi basis bagi pertumbuhan industri itu sendiri.

Alasan kedua diatas dapat memberikan petunjuk bahwa industri yang cocok untuk Negara agraris adalah industri yang berbasis pada pertanian atau agroindustri. Masing-masing industri harus mempunyai keterkaitan antara hulu sampai ke hilir.

Dec 14, 2018

Kisi-Kisi Soal UAS 2018-2019 Agribisnis Poliwangi


Berikut kisi-kisi untuk Ujian Akhis Semester tahun 2018-2019 Program Studi D-IV Politeknik Negeri Banyuwangi.


Matakuliah : Statistika
Topik
Kemampuan yang diharapkan
Distribusi T
Penerapan Distribusi T
One way Anova
Penerapan One Way Anova
Korelasi
Pemahaman Korelasi
Regresi
Pemahaman Regresi

Matakuliah : Kelayakan Proyek
Topik
Kemampuan yang diharapkan
Analisa Kelayakan finansial
Penerapan analisa kelayakan finansial proyek

Matakuliah : Metodologi Penelitian
Topik
Kemampuan yang diharapkan
Populasi dan sample
Pemahaman dalam menentukan populasi dan sample penelitian
Alat analisis
Pemahaman dan penerapan alat analisis penelitian
Proposal penelitian
Pemahaman tentang proposal penelitian secara utuh

Persiapkan diri untuk mendapatkan yang terbaik.

May 29, 2018

Kisi-kisi soal UAS Prodi Agribisnis 2018


Kisi-kisi UAS Aplikom 2
1.        Proses penambahan Catalog.
2.        Manufacturer – Categories – Product.
3.        Menambah dan menampilkan mata uang Rp. Rupiah.
4.        Menambah logo.
5.        Proses transaksi.


Kisi-kisi Kepemimpinan
1.        Relasi antara konflik dan kekuasaan.
2.        Konflik intraindividu.
3.        Penyelesaian konflik.

Kisi-kisi Manajemen Produksi
1.        Teknik EOQ, FOQ, Fixed Periode dan LFL.
2.        Konsep manajemen kualitas.
3.        Standar Nasional Indonseia (SNI).

Kisi-kisi Ekonomi Mikro
1.         Konsep total dan Marginal utility.
2.         Pasar persaingan sempurna dan pasar monopoli.

Kisi-kisi MSDM
1.        Struktur Organisasi
2.        Tupoksi
3.        Rekrutmen
4.        Hasil analisa jabatan pada objek yang anda kaji.

Kisi-kisi Sosiologi Pedesaan
1.        Konsep konflik dan kekuasaan.
2.        Macam-macam konflik.
3.        Pertanian konvensional.
4.        Pertanian modern.
5.        Sistem pertanian terpadu.
6.        Konsep dan teori komunikasi.


Tulisan Baru

Jamur Tiram peluang dan manfaatnya

  Jamur tiram merupakan salah satu tanaman yang dapat tumbuh dengan mudah pada media kayu lapuk, dapat dikonsumsi serta bernilai ekonomi. ...